18 September 2008

Proyek Kanker meluncurkan kampanye untuk melarang daging olahan

Data dari 58 studi atas gizi dan risiko kanker
telah menunjukkan bahwa untuk setiap porsi
daging olahan berukuran rata-rata sebesar
roti isi sosis yang dimakan setiap hari,
risiko kanker usus naik rata-rata sebesar
21 persen. Di Amerika Serikat saja,
160.000 kasus baru penyakit ini ditemukan
setiap tahun, setengahnya tak bisa
disembuhkan lagi saat ditemukan.
Karena itu, suatu kampanye bernama Proyek Kanker,
yang dirancang untuk melindungi kesehatan
anak-anak, telah diluncurkan oleh Komite Dokter
bagi Pengobatan yang Bertanggung-jawab.
Neal Barnard, M.D., ketua Proyek Kanker itu
mengatakan, “Risiko kanker mulai lebih awal.
Jika kita tidak melindungi anak-anak kita dengan
menghilangkan roti isi, sosis, deli, dan peperoni
dari sekolah-sekolah kita, kita mempertaruhkan
kesehatan mereka. Risiko kanker seumur hidup
sudah sebesar satu di antara tiga wanita dan
satu di antara dua pria.”
Kampanye Proyek Kanker itu termasuk iklan yang
ditayangkan secara nasional untuk meningkatkan
kesadaran sejalan dengan reformasi
Undang-Undang Gizi Anak-Anak sehingga
Program Makan Pagi dan Makan Siang Sekolah Nasional
akan menghilangkan semua daging olahan
dari menu mereka.
Terima kasih, Komite Doker bagi Pengobatan
yang Bertanggung-jawab, Proyek Kanker,
Dr. Barnard, dan semua yang terlibat
dalam tindakan mulia ini.
Semoga Tuhan memberkati sekolah-sekolah di manapun
dengan makanan bebas daging, pilihan paling aman
dan sehat bagi anak-anak kita.

(Sumber: SMTV FN 733)

18 September 2008

Meksiko menghentikan ekspor daging ke AS

Pemerintah Meksiko secara sukarela menghentikan
ekspor semua produk daging dan unggas
ke Amerika Serikat setelah pabrik-pabriknya
tak lolos inspeksi kesehatan dan kebersihan.
Penilaian tahunan oleh Biro Pengawasan dan
Keamanan Makanan Departemen Pertanian
mengungkapkan bahwa, di banyak tempat,
kebersihan dan arsip tidak memadai sehingga
diperlukan tindakan untuk menghindari
konsekuensi serius bagi kesehatan konsumen.
Terima kasih kami, Meksiko, atas dijaganya
keselamatan umum dari dampak berbahaya
produk-produk daging yang tak sehat ini.
Semoga meningkatnya kejadian semacam ini
menyoroti manfaat besar dari menjalani
pola makan vegetarian bebas hewan
yang aman dan bergizi.

(Sumber: SMTV FN 733)

18 September 2008

Para anggota Parlemen Eropa (MEP) mengesahkan larangan hewan hasil pengklonan

Setelah mengetahui bahwa 20% anak sapi pengklonan
mati dalam 24 jam pertama dan 15% sebelum penyapihan,
serta bertambahnya penderitaan induk hewan
karena peningkatan berat kelahiran,
MEP telah menyerukan Komisi Eropa untuk melarang
hewan hasil pengklonan dan keturunannya
memasuki pasokan makanan.
Uni Eropa, kami puji keputusan Anda dan
kami berterima kasih telah memprioritaskan
sentimen publik dan kesejahteraan hewan.
Kami berdoa agar larangan akan segera diperluas pada
konsumsi hewan apa pun, demi menghapuskan
penderitaan mereka dan menjamin kesehatan manusia
dan planet kita.

(Sumber: SMTV FN 733)

18 September 2008

Cincinnati, Ohio kota AS pertama yang menganjurkan kurangi daging untuk hentikan pemanasan global

Sebagai bagian dari Rencana Tindakan Iklim yang baru,
Cincinnati, sebuah kota dengan penduduk wilayah
metropolitan 2,1 juta orang, mengambil keputusan
tentang produksi daging sebagai sebuah titik fokus
dalam melawan perubahan iklim.

Larry Falkin (Direktur Kantor Kualitas Lingkungan Cincinnati):
Dengan data dari Perserikatan Bangsa-Bangsa,
dari Universitas Chicago, yang menunjukan bahwa
peternakan hewan adalah salah satu penyumbang
signifikan untuk emisi gas rumah kaca,
orang-orang di komite pengarah,
20 wakil berpengaruh yang diangkat oleh Walikota,
mengamati data yang masuk tersebut dan berkata:
“Ya, ini adalah kasus yg memaksakan. Sesuatu
yang perlu dimasukkan dalam laporan kota ini.”
Kami akan membantu orang memahami bahwa
jika mereka peduli mengenai perubahan iklim,
maka mengurangi konsumsi daging mereka
adalah salah satu hal penting untuk dilakukan.

Bravo Direktur Falkin dan para pemimpin Cincinnati
yang peduli untuk menyediakan warga
dengan informasi dan pilihan yang layak mereka dapatkan
untuk bisa melakukan perannya bagi Bumi, mereka sendiri,
dan keluarga mereka.
Semoga semakin banyak kota-kota lain juga memasukkan
strategi bijaksana ini ke dalam rencana tindakan iklim
demi kesehatan maksimal planet kita.

(Sumber: SMTV FN 732)

18 September 2008

Kongres Air Dunia mendorong bantuan bagi negara berkembang untuk mengatasi krisis air

Sekitar 3.000 ahli dan sarjana dari seluruh dunia
berpartisipasi dalam Kongres Air Dunia
yang diadakan oleh Asosiasi Air Internasional
di Wina, Austria. Dengan fokus pada pasokan air bagi
negara-negara berkembang dan isu-isu kebersihan,
penelitian yang dilakukan menunjukkan lebih dari 80%
penyakit-penyakit menular di negara-negara berkembang
disebabkan oleh tidak bersihnya air minum atau
tindakan-tindakan kebersihan.
Para delegasi mendorong negara-negara maju untuk
membantu negara-negara kurang maju, dan para ahli
juga menyerukan usaha-usaha perlindungan air
melalui manajemen daur ulang yang memadai.
Penghargaan kami, para peserta Kongres Air Dunia
atas langkah-langkah perkembangan yang berarti dalam
menyediakan air bersih bagi mereka yang memerlukan.
Semoga usaha-usaha kita dalam menjadi pelayan yang baik
dalam menjaga Bumi kita, menghasilkan sumber daya
yang lebih banyak bagi semua.

(Sumber: SMTV FN 732)

18 September 2008

UU tentang Perubahan Iklim disahkan di Selandia Baru

UU baru yang melahirkan Rencana Perdagangan Emisi
Selandia Baru, yang memberikan insentif
bagi penggunaan teknologi bersih juga praktik
dan investasi usaha-usaha yang ramah lingkungan.
Dengan membuat batasan-batasan emisi gas rumah kaca,
perusahaan-perusahaan yang melewati batasan emisi
akan diharuskan untuk membeli kredit dari mereka
yang emisinya di bawah ukuran maksimum.
Angkat topi hijau, Selandia Baru,
atas tindakan baru untuk atasi perubahan iklim ini.
Kami mengharapkan semua pemerintah menjalankan
peraturan sejenis untuk lebih meningkatkan kesadaran
dan menjamin perlindungan dunia kita yang cantik.

(Sumber: SMTV FN 732)

17 September 2008

Pangeran Charles menjelaskan hilangnya satwa laut yang disebabkan oleh kantong plastik

Dalam pertemuan perayaan ulang tahun Masyarakat
Perlindungan Kelautan di Kerajaan Inggris,
Pangeran Charles menyoroti bahaya dari
kebudayaan sekali pakai kita, dengan mengatakan
bahwa pembuangan kantong plastik dan
sampah lainnya ke laut menyebabkan penderitaan
dan kematian hewan-hewan.
Dia menjelaskan, ikan paus, penyu dan
burung-burung laut terluka ketika plastik
yang tertelan menghalangi sistem pencernaan mereka
atau ketika sayap-sayap, paruh, dan kaki mereka
terjerat dalam sampah-sampah ini.
Yang Mulia berkata, “Elang Laut, burung yang
megah dan ajaib itu, banyak ditemukan mati
dengan perut yang hampir meledak karena dipenuhi
oleh sampah plastik dan segala macam benda….
Kita benar-benar tidak bisa terus-menerus
memperlakukan lautan seperti ini.
Bagaimana bisa kita berbicara tentang kelangsungan dan
perlindungan, jika kita membiarkan hal ini terjadi?”
Kami menyampaikan penghormatan kami, Yang Mulia
atas kepemimpinan Anda yang patut dicontoh ini
dan tindakan sungguh-sungguh dalam menegakkan kemurnian
semua kehidupan laut.
Banyak terima kasih kepada Masyarakat Perlindungan
Kelautan dan semua yang bekerja melindungi
sesama penghuni Bumi yang berharga.
Semoga semua orang beralih ke tas belanja non-plastik
sebagai cara sederhana dan efektif dalam menyelamatkan
kehidupan yang berharga.

(Sumber: SMTV FN 732)

17 September 2008

Primata lebih terancam daripada yang diperkirakan

Dr. Russel Mittermeier, Ketua Konservasi Internasional
dan kepala Uni Internasional untuk Konservasi Alam,
telah melaporkan bahwa hampir setengah dari
semua spesies kera dan siamang terancam punah
karena aktivitas seperti pembabatan hutan dan
perburuan untuk daging. Ini menandakan peningkatan
hampir 10 persen yang mengejutkan
dari penelitian yang dilakukan lima tahun yang lalu.
Dr. Mittermeier menyatakan, “Kami memiliki
data yang kuat untuk menunjukkan bahwa
situasinya jauh lebih parah daripada
yang kita bayangkan.”
Dia selanjutnya mengatakan bahwa 304 spesies simpanse,
orangutan, siamang, dan kukang bisa lenyap
kecuali jika dilakukan cukup tindakan
untuk menjaga habitat mereka dan melindungi mereka.
Kami berterima kasih kepada Dr. Mittermeier
dan para kolega atas observasi dan perhatian
yang teliti untuk keluarga terdekat kita
dan teman-teman hewan yang berharga.
Kiranya Surga memberi kedamaian di antara manusia
dan hewan untuk melestarikan kontribusi yang unik
semua makhluk di Bumi kita.

(Sumber: SMTV FN 732)

17 September 2008

Pemanasan global berarti kematian kota-kota Alaska

Setelah beberapa tahun usaha yang tidak berhasil
untuk melindungi bangunan dari lautan yang bergerak maju,
kota AS kecil Kivalina, Alaska tengah mencari
sebuah lokasi baru.
Es lautan yang, dalam masa lebih dingin,
melindungi bumi dari erosi
saat ini mencair dan tembok penghalang senilai
US$2,5 juta yang ditujukan untuk menahan Laut Chukchi
roboh dalam sebulan setelah penyelesaiannya.
Tempat tinggal dari banyak penduduk pribumi Inupiat
Alaska di kota tersebut menghadapi luapan air
yang segera terjadi.
Menurut Kantor Pertanggungjawaban Pemerintah AS,
183 masyarakat Asli yang lain di Alaska saat ini
dalam bahaya banjir besar dan erosi.
Kami berdoa agar pesan dari Kivalina akan menyadarkan
umat manusia akan konsekuensi pemanasan global
yang serius dan agar semua orang beralih
ke praktik² ramah Bumi seperti halnya
diet berbasis tumbuhan untuk memastikan
kelangsungan hidup planet kita.

(Sumber: SMTV FN 732)

17 September 2008

Perubahan iklim dinyatakan sebagai keprihatinan besar bagi orang Eropa

Menurut sebuah survei yang  disponsori oleh Komisi Eropa
terhadap lebih dari 30.000 orang di seluruh Uni Eropa
dan negara-negara calon anggota Uni Eropa,
rata-rata sebesar 62% berkata bahwa pemanasan global
adalah salah satu dari masalah dunia paling serius.
Di negara-negara tertentu seperti Siprus,
92% dari jumlah orang yang disurvei mengatakan,
pemanasan global sebagai “masalah yg sangat serius”.
Sepanjang Eropa, lebih dari setengah jumlah orang
yakin bahwa tindakan untuk mengatasi pemanasan global
akan memberi pengaruh baik bagi perekonomian,
dan 61% berkata bahwa mereka secara pribadi
telah melakukan tindakan untuk mengurangi
emisi gas rumah kaca.
Terima kasih kami, Komisi Eropa, dan para peserta survei,
atas laporan yang informatif ini.
Semoga para pemimpin dari semua negara mengindahkan
keprihatinan warga mereka dan mendorong tindakan hijau
yang efektif untuk menyelamatkan kehidupan
serta memulihkan planet kita.

(Sumber: SMTV FN 732)