Data dari 58 studi atas gizi dan risiko kanker
telah menunjukkan bahwa untuk setiap porsi
daging olahan berukuran rata-rata sebesar
roti isi sosis yang dimakan setiap hari,
risiko kanker usus naik rata-rata sebesar
21 persen. Di Amerika Serikat saja,
160.000 kasus baru penyakit ini ditemukan
setiap tahun, setengahnya tak bisa
disembuhkan lagi saat ditemukan.
Karena itu, suatu kampanye bernama Proyek Kanker,
yang dirancang untuk melindungi kesehatan
anak-anak, telah diluncurkan oleh Komite Dokter
bagi Pengobatan yang Bertanggung-jawab.
Neal Barnard, M.D., ketua Proyek Kanker itu
mengatakan, “Risiko kanker mulai lebih awal.
Jika kita tidak melindungi anak-anak kita dengan
menghilangkan roti isi, sosis, deli, dan peperoni
dari sekolah-sekolah kita, kita mempertaruhkan
kesehatan mereka. Risiko kanker seumur hidup
sudah sebesar satu di antara tiga wanita dan
satu di antara dua pria.”
Kampanye Proyek Kanker itu termasuk iklan yang
ditayangkan secara nasional untuk meningkatkan
kesadaran sejalan dengan reformasi
Undang-Undang Gizi Anak-Anak sehingga
Program Makan Pagi dan Makan Siang Sekolah Nasional
akan menghilangkan semua daging olahan
dari menu mereka.
Terima kasih, Komite Doker bagi Pengobatan
yang Bertanggung-jawab, Proyek Kanker,
Dr. Barnard, dan semua yang terlibat
dalam tindakan mulia ini.
Semoga Tuhan memberkati sekolah-sekolah di manapun
dengan makanan bebas daging, pilihan paling aman
dan sehat bagi anak-anak kita.
(Sumber: SMTV FN 733)